Pelatih Bayern Muenchen, Josep "Pep" Guardiola, menilai AS Roma bermain sangat defensif saat menghadapi timnya, ada matchday keempat Grup E Liga Champions di Lapangan Allianz Arena, Rabu (5/11/2014). Menurut Pep, Roma tampil defensif karena tak ingin mengalami lagi kekalahan besar seperti pada pertemuan pertama (kalah 1-7) pada 21 Oktober 2014.
Pertandingan di Allianz Arena itu berakhir 2-0 untuk Bayern. Goal ditentukan oleh goal Franck Ribery pada menit ke-38 dan Mario Goetze (64'). Dengan begitu, Bayern memastikan diri masuk 16 besar sebagai juara grup, meski masih memiliki dua laga lagi.
Sepanjang pertandingan, menurut catatan UEFA, Bayern menguasai bola sebanyak 66 persen dan menciptakan enam tembakan akurat dari 24 usaha. Adapun Roma melepaskan dua peluang emas dari lima percobaan.
"Skor 7-1 (di pertemuan pertama) lebih seperti sebuah kebetulan, hal tersebut terjadi satu kali seumur hidup," ungkap Guardiola seusai pertandingan. "Roma tidak ingin menderita lagi, jadi mereka bermain sangat bertahan dengan enam bek. Meski begitu, kami tetap dominan, khususnya pada paruh kedua," kata Guardiola.
Portal berita sepak bola terlengkap, teraktual dan update setiap hari dengan berita-berita terkini di dunia sepak bola.
Tampilkan postingan dengan label Champions League. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Champions League. Tampilkan semua postingan
Kamis, 06 November 2014
Berkat Messi, Barcelona Melenggang Dengan Lancar
Barca unggul 1-0 atas Ajax Amsterdam, hingga akhir leg pertama laga keempat Grup F Liga Champions, di Amsterdam ArenA, Amsterdam, Rabu (5/11/2014). Jika keadaan tak berubah dan pada duel lain Paris Saint-Germain menang atas APOEL, Barca akan memastikan diri masuk 16 besar.
Gol Blaugrana dicetak Lionel Messi pada menit ke-36. Dari tengah kotak penalti, penyerang asal Argentina ini meloloskan bola kiriman Marc Bartra ke sudut kanan bawah gawang dengan sundulan. Meski unggul, Barca belum bisa disebut aman. Situasi mungkin berubah, mengingat Ajax mampu menciptakan kesulitan bagi tim tamu.
Selama 20 menit pertama, Ajx mampu meredam serangan Barca dan kemudian menciptakan empat ancaman beruntun. Barca baru bisa keluar dari tekanan Ajax pada sekitar menit ke-29 dan mendapatkan peluang dari Luis Suarez dan Jordi Alba pada menit ke-29 dan ke-31. Ajax sempat melancarkan balasan. Namun, Barca mampu mengatasi tekanan dan kemudian melancarkan serangan yang berujung gol Messi.
Setelahnya, kedua kubu sama-sama kesulitan menciptakan peluang. Serangan-serangan mereka patah di tengah jalan. Sejumlah situasi bola mati tak membuahkan gol hingga peluit tanda turun minum berbunyi.
Ajax: 22-Jasper Cillessen; 2-Ricardo Van Rhijn, 3-Joel Veltman, 4-Niklas Moisander, 5-Nicolai Boilesen; 10-Davy Klaassen, 16-Lucas Andersen, 25-Thulani Serero; 9-Kolbeinn Sigthorsson, 20-Lasse Schone, 21-Anwar El-Ghazi
Pelatih: Frank de Boer
Barcelona: 1-Marc-André ter Stegen; 14-Javier Mascherano, 15-Marc Bartra, 18-Jordi Alva, 22-Dani Alves; 4-Ivan Rakitic, 5-Sergio Busquets, 6-Xavi; 9-Luis Suarez, 10-Lionel Messi, 11-Neymar
Pelatih: Luis Enrique
Wasit: Pedro Proenca (Portugal)
Gol Blaugrana dicetak Lionel Messi pada menit ke-36. Dari tengah kotak penalti, penyerang asal Argentina ini meloloskan bola kiriman Marc Bartra ke sudut kanan bawah gawang dengan sundulan. Meski unggul, Barca belum bisa disebut aman. Situasi mungkin berubah, mengingat Ajax mampu menciptakan kesulitan bagi tim tamu.
Selama 20 menit pertama, Ajx mampu meredam serangan Barca dan kemudian menciptakan empat ancaman beruntun. Barca baru bisa keluar dari tekanan Ajax pada sekitar menit ke-29 dan mendapatkan peluang dari Luis Suarez dan Jordi Alba pada menit ke-29 dan ke-31. Ajax sempat melancarkan balasan. Namun, Barca mampu mengatasi tekanan dan kemudian melancarkan serangan yang berujung gol Messi.
Setelahnya, kedua kubu sama-sama kesulitan menciptakan peluang. Serangan-serangan mereka patah di tengah jalan. Sejumlah situasi bola mati tak membuahkan gol hingga peluit tanda turun minum berbunyi.
Ajax: 22-Jasper Cillessen; 2-Ricardo Van Rhijn, 3-Joel Veltman, 4-Niklas Moisander, 5-Nicolai Boilesen; 10-Davy Klaassen, 16-Lucas Andersen, 25-Thulani Serero; 9-Kolbeinn Sigthorsson, 20-Lasse Schone, 21-Anwar El-Ghazi
Pelatih: Frank de Boer
Barcelona: 1-Marc-André ter Stegen; 14-Javier Mascherano, 15-Marc Bartra, 18-Jordi Alva, 22-Dani Alves; 4-Ivan Rakitic, 5-Sergio Busquets, 6-Xavi; 9-Luis Suarez, 10-Lionel Messi, 11-Neymar
Pelatih: Luis Enrique
Wasit: Pedro Proenca (Portugal)
Kartu Merah Untuk Manchester City, Kalah Lawan CSKA Moskwa
Manchester City menyerah 1-2 kepada CSKA Moskwa, pada turnamen keempat Grup E Liga Champions, di Etihad Stadium, Rabu (5/11/2014). Pertandingan juga diwarnai keluarnya kartu merah untuk dua pesepakbola City, yaitu Fernandinho dan Yaya Toure. Dengan hasil itu, City duduk di dasar klasemen dengan nilai dua, atau kalah sepuluh poin dari Bayern Muenchen di puncak klasemen. Adapun CSKA ada di peringkat ketiga dengan nilai empat, sama dengan Roma yang ada di posisi kedua.
Menendang bola sebagai tuan rumah, City melakukan kesalahan pada awal laga. Gael Clichy melakukan handsball yang membuat CSKA mendapatkan hadiah tendangan bebas. Seydou Doumbia mengubah hadiah itu menjadi gol. Memanfaatkan umpan Bebras Natcho, Doumbia meloloskan bola ke sudut kiri atas gawang Joe Hart dengan sundulan dari jarak dekat.
Melalui Yaya Toure, City menyamakan kedudukan pada kesempatan pertama melancarkan serangan. Gol kali ini lagi-lagi berawal dari situasi bola mati, yang didapat City setelah Vassili Berezoutski dinilai melanggar Stevan Jovetic. Toure menghukum CSKA dengan tendangan kaki kanan, yang membuat bola melesat masuk sudut kanan atas gawang Igor AKinfeev. Kedua kubu kemudian bertukar serangan. Namun, penyelesaian akhir yang kurang terukur, membuat Hart dan Akinfeev nyaris tak mendapatkan masalah. Doumbia memecahkan kebuntuan itu pada menit ke-34.
Memanfaatkan umpan Natcho, ia melepaskan tendangan kaki kanan dari tengah kotak penalti, yang membuat bola melesat masuk sudut kanan bawah gawang City. Angka di papan skor pun berubah menjadi 1-2. City berusaha bangkit. Namun, CSKA bisa mematahkan serangan-serangan tuan rumah. Meski gagal menambah gol, CSKA mampu mempertahankan keunggulan hingga turun minum. City mengambil inisiatif menyerang pada leg kedua dan menciptakan sejumlah peluang, melalui James Milner, Pablo Zabaleta, dan Sergio Aguero.
Namun, sebelum mendapatkan hasil, City mendapatkan masalah pada menit ke-70. Fernandinho mendapatkan kartu kuning kedua, setelah dinilai melanggar Ahmed Musa. Dengan sepuluh pemain, City mencoba menendang bola agresif. Setelah tembakan Georgi Milanov meleset pada menit ke-71, City menciptakan tiga peluang beruntun, melalui Yaya Toure (71, 78) dan Edin Dzeko (73). Lagi-lagi, di tengah usaha bangkit itu, City mengalami masalah besar. Yaya Toure diganjar kartu merah pada menit ke-81 karena berselisih dengan Roman Eremenko. CSKA sempat memanfaatkan keadaan dengan mengalirkan serangan cepat yang berujung tembakan akurat dari Ahmed Musa pada menit ke-85. Namun, Joe Hart mampu mengantisipasinya.
City berusaha memberikan perlawanan. Namun, CSKA tak mengalami kesulitan mengatasinya dan mampu mempertahankan keunggulan 2-1 hingga peluit berbunyi panjang.
Selama laga, menurut catatan UEFA, City melepaskan enam tembakan akurat dari 17 usaha, dengan penguasaan bola 61 persen. Adapun CSKA melepaskan tiga tembakan titis dari tujuh percobaan. Manchester City: 1-Joe Hart; 4-Vincent Kompany, 5-Pablo Zabaleta, 22-Gael Clichy, 26-Martín Demichelis; 6-Fernando (10-Edin Dzeko 65), 7-James Milner, 15-Jesus Navas (8-Samir Nasri 45), 42-Yaya Toure; 16-Sergio Aguero, 35-Stevan Jovetic (25-Fernandinho 45)
Pelatih: Manuel Pellegrini
CSKA Moskwa: 35-Igor Akinfeev; 2-Mario Fernandes, 4-Sergey Ignashevich, 24-Vasily Berezutskiy, 42-Georgy Shchennikov; 3-Pontus Wernbloom, 10-Alan Dzagoev (15-Dmitri Efremov 86), 18-Ahmed Musa, 66-Bebars Natcho; 25-Roman Eremenko, 88-Seydou Doumbia (23-Georgi Milanov 67)
Pelatih: Leonid Slutsky
Wasit: Tasos Sidiropoulos (Yunani)
Menendang bola sebagai tuan rumah, City melakukan kesalahan pada awal laga. Gael Clichy melakukan handsball yang membuat CSKA mendapatkan hadiah tendangan bebas. Seydou Doumbia mengubah hadiah itu menjadi gol. Memanfaatkan umpan Bebras Natcho, Doumbia meloloskan bola ke sudut kiri atas gawang Joe Hart dengan sundulan dari jarak dekat.
Melalui Yaya Toure, City menyamakan kedudukan pada kesempatan pertama melancarkan serangan. Gol kali ini lagi-lagi berawal dari situasi bola mati, yang didapat City setelah Vassili Berezoutski dinilai melanggar Stevan Jovetic. Toure menghukum CSKA dengan tendangan kaki kanan, yang membuat bola melesat masuk sudut kanan atas gawang Igor AKinfeev. Kedua kubu kemudian bertukar serangan. Namun, penyelesaian akhir yang kurang terukur, membuat Hart dan Akinfeev nyaris tak mendapatkan masalah. Doumbia memecahkan kebuntuan itu pada menit ke-34.
Memanfaatkan umpan Natcho, ia melepaskan tendangan kaki kanan dari tengah kotak penalti, yang membuat bola melesat masuk sudut kanan bawah gawang City. Angka di papan skor pun berubah menjadi 1-2. City berusaha bangkit. Namun, CSKA bisa mematahkan serangan-serangan tuan rumah. Meski gagal menambah gol, CSKA mampu mempertahankan keunggulan hingga turun minum. City mengambil inisiatif menyerang pada leg kedua dan menciptakan sejumlah peluang, melalui James Milner, Pablo Zabaleta, dan Sergio Aguero.
Namun, sebelum mendapatkan hasil, City mendapatkan masalah pada menit ke-70. Fernandinho mendapatkan kartu kuning kedua, setelah dinilai melanggar Ahmed Musa. Dengan sepuluh pemain, City mencoba menendang bola agresif. Setelah tembakan Georgi Milanov meleset pada menit ke-71, City menciptakan tiga peluang beruntun, melalui Yaya Toure (71, 78) dan Edin Dzeko (73). Lagi-lagi, di tengah usaha bangkit itu, City mengalami masalah besar. Yaya Toure diganjar kartu merah pada menit ke-81 karena berselisih dengan Roman Eremenko. CSKA sempat memanfaatkan keadaan dengan mengalirkan serangan cepat yang berujung tembakan akurat dari Ahmed Musa pada menit ke-85. Namun, Joe Hart mampu mengantisipasinya.
City berusaha memberikan perlawanan. Namun, CSKA tak mengalami kesulitan mengatasinya dan mampu mempertahankan keunggulan 2-1 hingga peluit berbunyi panjang.
Selama laga, menurut catatan UEFA, City melepaskan enam tembakan akurat dari 17 usaha, dengan penguasaan bola 61 persen. Adapun CSKA melepaskan tiga tembakan titis dari tujuh percobaan. Manchester City: 1-Joe Hart; 4-Vincent Kompany, 5-Pablo Zabaleta, 22-Gael Clichy, 26-Martín Demichelis; 6-Fernando (10-Edin Dzeko 65), 7-James Milner, 15-Jesus Navas (8-Samir Nasri 45), 42-Yaya Toure; 16-Sergio Aguero, 35-Stevan Jovetic (25-Fernandinho 45)
Pelatih: Manuel Pellegrini
CSKA Moskwa: 35-Igor Akinfeev; 2-Mario Fernandes, 4-Sergey Ignashevich, 24-Vasily Berezutskiy, 42-Georgy Shchennikov; 3-Pontus Wernbloom, 10-Alan Dzagoev (15-Dmitri Efremov 86), 18-Ahmed Musa, 66-Bebars Natcho; 25-Roman Eremenko, 88-Seydou Doumbia (23-Georgi Milanov 67)
Pelatih: Leonid Slutsky
Wasit: Tasos Sidiropoulos (Yunani)
Rabu, 05 November 2014
Unggul Di Awal, Arsenal Terlena Hingga Hasil Imbang
Manajer Arsenal Arsene Wenger menilai sangat mengecewakan hasil imbang 3-3 yang diraih timnya pada laga Liga Champions melawan Anderlecht, di Emirates Stadium, Selasa (4/11/2014), mengingat timnya sempat unggul 3-0. Menurut Wenger, hal tersebut terjadi karena timnya kehilangan konsentrasi.
"Hasil akhir sangat mengecewakan. Konsentrasi kami buruk karena kami berpikir sudah memenangi pertandingan. Kami kelelahan dan tak lagi menang dalam pertarungan," ujar Wenger.
Arsenal unggul lebih dulu melalui Mikel Arteta (penalti 25'), Alexis Sanchez (29'), dan Alex Oxlade-Chamberlain (58'). Anderlecht menyamakan kedudukan melalui Anthony Vanden Borre (61', penalti 73') dan Anthony Vanden Borre (90'). Dengan hasil itu, Arsenal berada di posisi kedua dengan nilai tujuh, atau kalah lima angka dari Borussia Dortmund. Adapun Anderlcht ada di posisi ketiga dengan nilai dua, atau unggul satu angka dari Galatasaray.
Menurut catatan UEFA, sepanjang laga itu, Arsenal melepaskan tujuh tembakan akurat dari 18 usaha, dengan penguasaan bola 61 persen. Adapun Anderlecht melepaskan lima tembakan titis dari 11 percobaan.
"Ini hasil fantastis, tentu saja, mengingat kami tertinggal 0-3. Mencetak dua gol luar biasa bagiku, tetapi saya akan tetap bekerja keras," ujar Vanden Borre.
"Hasil akhir sangat mengecewakan. Konsentrasi kami buruk karena kami berpikir sudah memenangi pertandingan. Kami kelelahan dan tak lagi menang dalam pertarungan," ujar Wenger.
Arsenal unggul lebih dulu melalui Mikel Arteta (penalti 25'), Alexis Sanchez (29'), dan Alex Oxlade-Chamberlain (58'). Anderlecht menyamakan kedudukan melalui Anthony Vanden Borre (61', penalti 73') dan Anthony Vanden Borre (90'). Dengan hasil itu, Arsenal berada di posisi kedua dengan nilai tujuh, atau kalah lima angka dari Borussia Dortmund. Adapun Anderlcht ada di posisi ketiga dengan nilai dua, atau unggul satu angka dari Galatasaray.
Menurut catatan UEFA, sepanjang laga itu, Arsenal melepaskan tujuh tembakan akurat dari 18 usaha, dengan penguasaan bola 61 persen. Adapun Anderlecht melepaskan lima tembakan titis dari 11 percobaan.
"Ini hasil fantastis, tentu saja, mengingat kami tertinggal 0-3. Mencetak dua gol luar biasa bagiku, tetapi saya akan tetap bekerja keras," ujar Vanden Borre.
Atletico Unggul Dua Kosong atas Malmo
Atletico Madrid meraih kemenangan 2-0 atas Malmo pada matchday Grup A Liga Champions, di Malmo New Stadium, Malmo, Selasa atau Rabu (5/11/2014) dini hari WIB.
Raihan tiga angka itu membuat Atletico kokoh di puncak klasemen Grup A dengan poin sembilan dari empat laga. Sementara itu, Malmo masih menempati posisi dasar klasemen dengan poin tiga. Atletico membuka keunggulan berkat torehan Koke pada menit ke-30. Menerima umpan Juanfran, Koke melepaskan tendangan keras yang bolanya masuk ke pojok atas gawang tim tuan rumah.
Selepas turun minum, Malmo mendapatkan peluang emas untuk menyamakan kedudukan. Sayang, bola tendangan Markus Rosenberg dari dalam kotak pinalti Atletico masih membentur mistar gawang. Malmo terus menekan tim tamu agar dapat menyamakan kedudukan hingga menit-menit akhir. Akan tetapi, justru Atletico yang mampu kembali unggul setelah Raul Garcia mencetak goal pada menit ke-79. Skor 2-0 pun bertahan hingga turnamen usai.
Menurut catatan UEFA, sepanjang pertandingan, Atletico menguasai bola sebanyak 55 persen dan menciptakan lima tembakan akurat dari 18 usaha. Adapun Malmo melepaskan empat peluang emas dari sembilan percobaan.
Susunan pemain:
Malmo: 25-Robin Olsen; 3-Anton Tinnerholm, 4-Filip Helander, 20-Ricardinho, 21-Erik Johansson (14-Simon Kron 64); 6-Markus Halsti, 7-Magnus Eriksson, 8-Enoch Adu, 33-Emil Forsberg (11-Simon Thern 86); 9-Markus Rosenberg, 24-Isaac Kiese Thelin
Pelatih: Age Hareide
Atletico Madrid: 1-Miguel Moya; 2-Diego Godín, 3-Guillherme Siqueira, 20-Juanfran, 23-Miranda; 4-Mario Suárez, 6-Koke, 10-Arda Turan (21-Cristian Rodriguez 76), 14-Gabi; 8-Raúl García, 9-Mario Mandzukic (7-Antoine Griezmann 69)
Pelatih: Diego Simeone
Wasit: Mark Clattenburg (Inggris)
Raihan tiga angka itu membuat Atletico kokoh di puncak klasemen Grup A dengan poin sembilan dari empat laga. Sementara itu, Malmo masih menempati posisi dasar klasemen dengan poin tiga. Atletico membuka keunggulan berkat torehan Koke pada menit ke-30. Menerima umpan Juanfran, Koke melepaskan tendangan keras yang bolanya masuk ke pojok atas gawang tim tuan rumah.
Selepas turun minum, Malmo mendapatkan peluang emas untuk menyamakan kedudukan. Sayang, bola tendangan Markus Rosenberg dari dalam kotak pinalti Atletico masih membentur mistar gawang. Malmo terus menekan tim tamu agar dapat menyamakan kedudukan hingga menit-menit akhir. Akan tetapi, justru Atletico yang mampu kembali unggul setelah Raul Garcia mencetak goal pada menit ke-79. Skor 2-0 pun bertahan hingga turnamen usai.
Menurut catatan UEFA, sepanjang pertandingan, Atletico menguasai bola sebanyak 55 persen dan menciptakan lima tembakan akurat dari 18 usaha. Adapun Malmo melepaskan empat peluang emas dari sembilan percobaan.
Susunan pemain:
Malmo: 25-Robin Olsen; 3-Anton Tinnerholm, 4-Filip Helander, 20-Ricardinho, 21-Erik Johansson (14-Simon Kron 64); 6-Markus Halsti, 7-Magnus Eriksson, 8-Enoch Adu, 33-Emil Forsberg (11-Simon Thern 86); 9-Markus Rosenberg, 24-Isaac Kiese Thelin
Pelatih: Age Hareide
Atletico Madrid: 1-Miguel Moya; 2-Diego Godín, 3-Guillherme Siqueira, 20-Juanfran, 23-Miranda; 4-Mario Suárez, 6-Koke, 10-Arda Turan (21-Cristian Rodriguez 76), 14-Gabi; 8-Raúl García, 9-Mario Mandzukic (7-Antoine Griezmann 69)
Pelatih: Diego Simeone
Wasit: Mark Clattenburg (Inggris)
Jumat, 31 Oktober 2014
Van Basten Penyerang Terbaik Sepanjang Masa
Mantan manager AC Milan, Arrigo Sacchi, mengakui bahwa Marco van Basten masih menjadi striker terbaik sepanjang masa. Pria berumur 68 musim ini mengatakan hal tersebut kepada portal Belanda, Voetbal International.
"Marco van Basten menurutku masih menjadi striker terbaik sepanjang masa. Tak ada striker lain yang bekerja keras bagi timnya seperti yang Marco lakukan di Milan," ujar Sacchi, yang juga pernah menjadi direktur sepak bola di Real Madrid.
"Di atas segalanya, saya ingat dia karena keanggunan, karunia dan kualitasnya yang luar biasa. Saya ingat dengan baik ketika dia pertama kali datang ke Milan: dia sangat muda dengan bakat yang besar."
"Itu adalah perubahan besar baginya dan Ruud Gullit datang ke Italia dari Belanda. Marco sangat antusias, tetapi sayang dia menendang bola sangat sedikit di tahun pertama karena cedera engkel."
"Dalam beberapa musim berturut-turut, dia memenangi Ballon d'Or tiga kali dan saya masih masih sangat bangga padanya mengenai hal itu. Van Basten memiliki pengaruh yang besar pada petualangan pertamaku di Milan berkat gol-golnya."
"Saya sungguh-sungguh bisa mengatakan bahwa Milan pada era akhir 1980-an merupakan salah satu tim yang luar biasa dalam sejarah sepak bola. Tiga pemain Belanda yang fenomenal dan berkualitas. Marco juga seorang pelajar sejati di sepak bola dan kami sering berdiskusi mengenai sejumlah masalah secara bersama-sama."
"Marco van Basten menurutku masih menjadi striker terbaik sepanjang masa. Tak ada striker lain yang bekerja keras bagi timnya seperti yang Marco lakukan di Milan," ujar Sacchi, yang juga pernah menjadi direktur sepak bola di Real Madrid.
"Di atas segalanya, saya ingat dia karena keanggunan, karunia dan kualitasnya yang luar biasa. Saya ingat dengan baik ketika dia pertama kali datang ke Milan: dia sangat muda dengan bakat yang besar."
"Itu adalah perubahan besar baginya dan Ruud Gullit datang ke Italia dari Belanda. Marco sangat antusias, tetapi sayang dia menendang bola sangat sedikit di tahun pertama karena cedera engkel."
"Dalam beberapa musim berturut-turut, dia memenangi Ballon d'Or tiga kali dan saya masih masih sangat bangga padanya mengenai hal itu. Van Basten memiliki pengaruh yang besar pada petualangan pertamaku di Milan berkat gol-golnya."
"Saya sungguh-sungguh bisa mengatakan bahwa Milan pada era akhir 1980-an merupakan salah satu tim yang luar biasa dalam sejarah sepak bola. Tiga pemain Belanda yang fenomenal dan berkualitas. Marco juga seorang pelajar sejati di sepak bola dan kami sering berdiskusi mengenai sejumlah masalah secara bersama-sama."
Kamis, 23 Oktober 2014
Cetak 5 Gol, Adriano Malah Sakit Hati
Penyerang Shakhtar Donetsk, Luiz Adriano, mengaku menjadi korban pelecehan rasial selama laga Liga Champions melawan BATE Borisov, di Borisov Arena, Selasa atau Rabu (22/10/2014) dini hari WIB.
Pertandingan itu berakhir untuk kemenangan Shakhtar 7-0. Adriano mencetak lima dari tujuh gol Shakhtar. Dua gol lain disumbangkan oleh Alex Teixeira dan Douglas Costa.
Akan tetapi, Adriano merasa dilecehkan dalam laga tersebut. Penyerang asal Brasil itu memberikan laporan kepada UEFA bahwa telah menjadi korban rasial dari para fans BATE.
"Aku mendengar penghinaan secara kasar. Salah satu penghinaan tersebut berupa nyanyian bernada rasialisme," kata Adriano seusai pertandingan.
"Para fans berperilaku tidak benar. Itulah mengapa aku sangat kecewa dan merasa sakit hati. Ada tindakan yang salah dari para pendukung," ujar Adriano di website resmi klub.
Mendengar laporan Adriano, UEFA akan melakukan proses investigasi. Jika terbukti benar ada pelecehan rasial terhadap Adriano dari fans BATE, maka UEFA bisa menghukum BATE untuk menjalani laga kandang berikutnya tanpa penonton.
Pertandingan itu berakhir untuk kemenangan Shakhtar 7-0. Adriano mencetak lima dari tujuh gol Shakhtar. Dua gol lain disumbangkan oleh Alex Teixeira dan Douglas Costa.
Akan tetapi, Adriano merasa dilecehkan dalam laga tersebut. Penyerang asal Brasil itu memberikan laporan kepada UEFA bahwa telah menjadi korban rasial dari para fans BATE.
"Aku mendengar penghinaan secara kasar. Salah satu penghinaan tersebut berupa nyanyian bernada rasialisme," kata Adriano seusai pertandingan.
"Para fans berperilaku tidak benar. Itulah mengapa aku sangat kecewa dan merasa sakit hati. Ada tindakan yang salah dari para pendukung," ujar Adriano di website resmi klub.
Mendengar laporan Adriano, UEFA akan melakukan proses investigasi. Jika terbukti benar ada pelecehan rasial terhadap Adriano dari fans BATE, maka UEFA bisa menghukum BATE untuk menjalani laga kandang berikutnya tanpa penonton.
Mario Balotelli Bikin Ulah Lagi, Kali ini Karena Tukar Kaus
Akibat ulahnya bertukar kaus dengan bek Real Madrid, Pepe di akhir babak pertama, kemungkinan besar manajemen Liverpool akan menjatuhkan sanksi denda untuk Mario Balotelli.
Aksi tukar kaus di paruh babak itu menuai banyak kecaman termasuk dari legenda-legenda Anfield sepert Phil Thompson dan Graeme Sounness.
Phil Thompson, yang pernah memimpin Liberpool mengalahkan Real Madrid pada 1981, mengatakan ulah Balotelli itu memalukan dan tak menghormati seragam Liverpool.
Sedangkan legenda lain The Reds, Graeme Souness tak kalah geram mengetahui aksi eksentrik striker asal Italia itu. Manajer Liverpool Brendan Rodgers juga dikabarkan murka dengan ulah Super Mario. Dia menegaskan bertukar kaus di akhir babak pertama sangat tidak bisa diterima. Desember musim lalu, dua pemain Liverpool Mamadou Sakho dan Philippe Coutinho juga bertukar kaus di akhir babak kedua dengan pemain Chelsea. Alhasil kedua pemain itu dijatuhi denda.
"Ya, hukumannya sama. Kami mengalami insiden serupa musim lalu dan hal itu harus ditangani secara internal. Itu bukah hal yang bisa saya diamkan, jika mereka bertukar kaus setelah pertandingan usai itu tidak masalah," ujar manager asal Irlandia Utara itu.
Aksi tukar kaus di paruh babak itu menuai banyak kecaman termasuk dari legenda-legenda Anfield sepert Phil Thompson dan Graeme Sounness.
Phil Thompson, yang pernah memimpin Liberpool mengalahkan Real Madrid pada 1981, mengatakan ulah Balotelli itu memalukan dan tak menghormati seragam Liverpool.
Sedangkan legenda lain The Reds, Graeme Souness tak kalah geram mengetahui aksi eksentrik striker asal Italia itu. Manajer Liverpool Brendan Rodgers juga dikabarkan murka dengan ulah Super Mario. Dia menegaskan bertukar kaus di akhir babak pertama sangat tidak bisa diterima. Desember musim lalu, dua pemain Liverpool Mamadou Sakho dan Philippe Coutinho juga bertukar kaus di akhir babak kedua dengan pemain Chelsea. Alhasil kedua pemain itu dijatuhi denda.
"Ya, hukumannya sama. Kami mengalami insiden serupa musim lalu dan hal itu harus ditangani secara internal. Itu bukah hal yang bisa saya diamkan, jika mereka bertukar kaus setelah pertandingan usai itu tidak masalah," ujar manager asal Irlandia Utara itu.
Liverpool Vs Real Madrid, Ronaldo - Benzema Sikat 3 Gol
Kelemahan Liverpool musim ini benar-benar terlihat saat menjamu Real Madrid pada babak pertama turnamen lanjutan penyisihan grup B Matchday 3 Liga Champions 2014/15 di Lapangan Anfield, Liverpool, Kamis (23/10/2014).
Rapuhnya lini belakang The Reds, terlihat saat barisan striker El Real 'bebas' mencetak tiga gol tanpa balas ke gawang The Reds.
Tengok gol pertama Cristiano Ronaldo atau dua gol lainnya dari Karim Benzema. Kedua striker itu terlihat bebas tanpa penjagaan berarti dari lini belakang Liverpool. Sejatinya, di paruh pertama, lima menit awal The Red lebih menguasai permainan serangan-serangan yang dilancarkan Raheem Sterling sempat membahayakan gawang Iker Casillas. Namun, pasukan Los Blancos tak mau berdiam diri.
El Real unggul lewat gol yang dicetak oleh sang super star Cristiano Ronaldo pada menit ke-23. Melalui umpan satu-dua dengan James Rodriguez, CR7 dengan mudahnya melepaskan tendangan first-time di area penalti. Baru tujuh menit gol pertama, kini giliran Karim Benzema yang menceploskan gawang tuan rumah, tepatnya pada menit ke-30. Striker team nasional Prancis itu menciptakan gol seusai menerima umpan matang dari Toni Kroos dari sisi kiri.
Tak mau menyia-nyiakan peluang, Benzema mampu menanduk si kulit bundar yang berdiri bebas di mulut gawang. Kini Los Blancos tampak sedikit bertahan. Penonton di stadion Anfield kembali terdiam. Benzema sukses menciptakan gol ketiga untuk El Real pada menit ke-41. Bermula dari sepakan pojok Pepe yang menerima bola mampu memberikan umpan pendek kepada Benzema sebelum membobol gawang Simon Mignolet.
Berikut susunan pesepakbola kedua tim:
Liverpool: 22-Mignolet, 02-Johnson, 37-Skrtel, 06-Lovren, 18-Moreno, 14-Henderson, 08-Gerrard (C), 24-Allen, 31-Sterling, 45-Balotelli, 10-Coutinho
Cadangan: 01-Jones, 04-K. Touré, 09-Lambert, 19-Manquillo, 20-Lallana, 23-Can, 50-Markovic
Manajer: Brendan Rodgers
Real Madrid: 01-Casillas (C), 17-Arbeloa, 02-Varane, 03-Pepe, 12-Marcelo, 19-Modric, 08-Kroos, 10-Rodríguez, 23-Isco, 09-Benzema, 07-Ronaldo
Cadangan: 06-Khedira, 13-Navas, 14-Hernández, 15-Carvajal, 18-Nacho, 24-Illarramendi, 28-Medrán
Manajer: Carlo Ancelotti
Wasit: Nicola Rizzoli
Rapuhnya lini belakang The Reds, terlihat saat barisan striker El Real 'bebas' mencetak tiga gol tanpa balas ke gawang The Reds.
Tengok gol pertama Cristiano Ronaldo atau dua gol lainnya dari Karim Benzema. Kedua striker itu terlihat bebas tanpa penjagaan berarti dari lini belakang Liverpool. Sejatinya, di paruh pertama, lima menit awal The Red lebih menguasai permainan serangan-serangan yang dilancarkan Raheem Sterling sempat membahayakan gawang Iker Casillas. Namun, pasukan Los Blancos tak mau berdiam diri.
El Real unggul lewat gol yang dicetak oleh sang super star Cristiano Ronaldo pada menit ke-23. Melalui umpan satu-dua dengan James Rodriguez, CR7 dengan mudahnya melepaskan tendangan first-time di area penalti. Baru tujuh menit gol pertama, kini giliran Karim Benzema yang menceploskan gawang tuan rumah, tepatnya pada menit ke-30. Striker team nasional Prancis itu menciptakan gol seusai menerima umpan matang dari Toni Kroos dari sisi kiri.
Tak mau menyia-nyiakan peluang, Benzema mampu menanduk si kulit bundar yang berdiri bebas di mulut gawang. Kini Los Blancos tampak sedikit bertahan. Penonton di stadion Anfield kembali terdiam. Benzema sukses menciptakan gol ketiga untuk El Real pada menit ke-41. Bermula dari sepakan pojok Pepe yang menerima bola mampu memberikan umpan pendek kepada Benzema sebelum membobol gawang Simon Mignolet.
Berikut susunan pesepakbola kedua tim:
Liverpool: 22-Mignolet, 02-Johnson, 37-Skrtel, 06-Lovren, 18-Moreno, 14-Henderson, 08-Gerrard (C), 24-Allen, 31-Sterling, 45-Balotelli, 10-Coutinho
Cadangan: 01-Jones, 04-K. Touré, 09-Lambert, 19-Manquillo, 20-Lallana, 23-Can, 50-Markovic
Manajer: Brendan Rodgers
Real Madrid: 01-Casillas (C), 17-Arbeloa, 02-Varane, 03-Pepe, 12-Marcelo, 19-Modric, 08-Kroos, 10-Rodríguez, 23-Isco, 09-Benzema, 07-Ronaldo
Cadangan: 06-Khedira, 13-Navas, 14-Hernández, 15-Carvajal, 18-Nacho, 24-Illarramendi, 28-Medrán
Manajer: Carlo Ancelotti
Wasit: Nicola Rizzoli
Selasa, 21 Oktober 2014
Roma vs Bayern, Guardolia Ingin 3 Poin, Harga Mati!
Kota Roma dan AS Roma bukan sesuatu yang asing bagi Pep Guardiola. Maka itu dia senang bisa kembali lagi ke lapangan Olimpico meski kali ini berstatus sebagai rival untuk I Lupi.
Roma adalah salah satu dari lima klub yang pernah diperkuat Guardiola sepanjang kariernya selain Barcelona, Brescia, Al Ain, dan Dorados. Sayang kariernya di sana, khususnya di Italia, tak berjalan mulus karena total cuma tampil empat kali di tahun 2002/2003, ditambah kasus doping yang sempat membuatnya dilarang bermain empat bulan.
"Italia adalah negara yang luar biasa bersama perdana menteri mereka Matteo Renzi," ujar Guardiola seperti dikutip Football Italia.
"Saya sering mengunjungi Italia, karena budaya di sini mirip-mirip dengan di Catalunya," sambungnya.
"Saya punya memori yang sangat indah dengan kota dan klub ini, karena saya tinggal di sana dengan keluarga saya. Aku sempatkan datang ke sini saat tahun panas. Brescia juga sangat penting dan belajar banyak dari Carletto Mazzone."
"Saya tahu bagaimana sepakbola berjalan di Roma, dengan gairah yang luar dan itulah mengapa saya sangat senang bisa kembali ke sini."
Guardiola sendiri akan memimpin timnya Bayern Munich melakoni laga ketiga Grup E kontra Roma, Rabu (22/10) dinihari WIB nanti. Aroma nostalgia pun otomatis akan hilang ketika Bayern dan Roma sama-sama berada di lapangan.
Tiga poin jadi penawaran mati untuk Die Roten demi menjauhkan diri dari kejaran Roma yang kini menguntit di posisi kedua dengan 4 poin, selisih dua dengan Bayern.
"Roma akan jadi tantangan yang sulit untuk kami. Siapapun yang menang belum pasti lolos karena masih banyak poin yang harus diraih. Aku selalu bilang bahwa siapa saja yang lolos dari grup ini akan ditentukan hingga akhir. Akan jadi kesempatan hebat untuk menguji penampilan kami," demikian Guardiola.
Roma adalah salah satu dari lima klub yang pernah diperkuat Guardiola sepanjang kariernya selain Barcelona, Brescia, Al Ain, dan Dorados. Sayang kariernya di sana, khususnya di Italia, tak berjalan mulus karena total cuma tampil empat kali di tahun 2002/2003, ditambah kasus doping yang sempat membuatnya dilarang bermain empat bulan.
"Italia adalah negara yang luar biasa bersama perdana menteri mereka Matteo Renzi," ujar Guardiola seperti dikutip Football Italia.
"Saya sering mengunjungi Italia, karena budaya di sini mirip-mirip dengan di Catalunya," sambungnya.
"Saya punya memori yang sangat indah dengan kota dan klub ini, karena saya tinggal di sana dengan keluarga saya. Aku sempatkan datang ke sini saat tahun panas. Brescia juga sangat penting dan belajar banyak dari Carletto Mazzone."
"Saya tahu bagaimana sepakbola berjalan di Roma, dengan gairah yang luar dan itulah mengapa saya sangat senang bisa kembali ke sini."
Guardiola sendiri akan memimpin timnya Bayern Munich melakoni laga ketiga Grup E kontra Roma, Rabu (22/10) dinihari WIB nanti. Aroma nostalgia pun otomatis akan hilang ketika Bayern dan Roma sama-sama berada di lapangan.
Tiga poin jadi penawaran mati untuk Die Roten demi menjauhkan diri dari kejaran Roma yang kini menguntit di posisi kedua dengan 4 poin, selisih dua dengan Bayern.
"Roma akan jadi tantangan yang sulit untuk kami. Siapapun yang menang belum pasti lolos karena masih banyak poin yang harus diraih. Aku selalu bilang bahwa siapa saja yang lolos dari grup ini akan ditentukan hingga akhir. Akan jadi kesempatan hebat untuk menguji penampilan kami," demikian Guardiola.
Madrid Mampu Bobol Galang Liverpool?
Laga Liverpool dengan Real Madrid menjadi salah satu laga panas dalam matchday 3 Liga Champions tengah pekan ini. The Reds mempunyai modal oke setiap kali berjumpa dengan Los Merengues di ajang tersebut. Liverpool akan menjamu El Real di Anfield dalam lanjutan Grup B Kamis (23/10/2014) dinihari WIB.
Itu menjadi pertemuan kedua tim lagi setelah 11 tahun lamanya. Menilik rekor pertemuan mereka, Liverpool mempunyai catatan yang oke. The Reds tak pernah kalah dari Madrid. 'Si Merah' juga mempunyai catatan bagus atas tim-tim Spanyol. Sudah begitu, bomber Real Madrid Cristiano Ronaldo belum pernah mampu membobol gawang Liverpool di Anfield. Itu ketika pemain yang karab disapa Cr7 tersebut menjadi penggawa Manchester United.
Tapi, Liverpool tak bisa hanya bersandar kepada bekal tersebut. Sebab, torehan itu sudah terlalu lama untuk dijadikan patokan. Apalagi, Liverpool absen dari Liga Champions selama lima tahun. Berikut statistik yang dicatatkan Opta dalam pertemuan Liverpool dengan Real Madrid:
- Kedua tim pernah berjumpa dalam tiga laga: pada final Piala Europa 1980/1981 dan dua kali pada di Liga Champions tahun 2008-2009
- Liverpool memenangkan tiga pertemuan atas Los Blancos itu, dengan sukses juga membuat clean sheet.
- The Reds menjadi satu-satunya tim yang tak pernah kebobolan oleh Real Madrid di Liga Champions
- Selain Liverpool, Real Madrid juga belum sanggup membobol gawang Arsenal di Liga Champions.
- Dalam laga kandang terakhir menjamu Real Madrid, Liverpool menuai kemenangan besar 4-0. Pertandingan itu sekaligus menjadi pertemuan terakhir kedua tim, terjadi pada 10 Maret 2009
- El Real mencatatkan hasil kalah menang dalam 30 perjumpaan dengan tim Inggris. Rinciannya, Los Merengues membuat 11 kali kemenangan, sembilan imbang, dan 10 kali kalah.
- Liverpool lebih sering menang ketika berjumpa dengan tim-tim Spanyol. Faktanya dalam 32 duel, The Reds memenangkan 14 laga dan 10 kali seri serta delapan kali kalah.
- Kekalahan terakhir yang dibuat Liverpool dalam laga kandang pada ajang level Europa terjadi pada Oktober 2012 (2-3 vs Udinese). Sejak itu mereka membuat tiga kemenangan dan tiga kali kalah di Anfield.
- Los Blancos selalu memang dalam enam laga terakhir mereka di Liga Champions, dengan membukukan 18 gol dan hanya kebobolan tiga gol.
- Real Madrid membuat gol dalam 40 dari 41 laga yang dilakoni sejauh ini di ajang Europa (total dengan 112 gol, yang artinya mereka membuat rataan 2,73 gol per pertandingan).
- Real Madrid hanya sekali kalah dalam tujuh laga away terakhir mereka di ajang Eropa, sisanya diselesaikan dengan lima kali menang dan satu kali seri.
- Jika Cristiano Ronaldo mencetak dua gol dalam laga versus Liverpool nanti, dia akan menjadi topskorer Liga Champions, sejajar dengan Raul.
- Ronaldo lebih getol membuat gol di laga away ketimbang laga kandang di Liga Chmapions sejauh ini. Detailnya, dia membuat 35 gol di laga tandang dan 32 di laga kandang, serta dua gol dalam partai netral.
- Ketika menjadi pemain manchester United, Ronaldo sulit bikin gol di Anfield. Tak satupun gol dibuat dia dalam lima kali tandang ke markas Liverpool itu. Tapi, Ronaldo punya catatan pernah dua kali membobol gawang Liverpool, tapi di laga kandang Manchester united di Old Trafford.
Itu menjadi pertemuan kedua tim lagi setelah 11 tahun lamanya. Menilik rekor pertemuan mereka, Liverpool mempunyai catatan yang oke. The Reds tak pernah kalah dari Madrid. 'Si Merah' juga mempunyai catatan bagus atas tim-tim Spanyol. Sudah begitu, bomber Real Madrid Cristiano Ronaldo belum pernah mampu membobol gawang Liverpool di Anfield. Itu ketika pemain yang karab disapa Cr7 tersebut menjadi penggawa Manchester United.
Tapi, Liverpool tak bisa hanya bersandar kepada bekal tersebut. Sebab, torehan itu sudah terlalu lama untuk dijadikan patokan. Apalagi, Liverpool absen dari Liga Champions selama lima tahun. Berikut statistik yang dicatatkan Opta dalam pertemuan Liverpool dengan Real Madrid:
- Kedua tim pernah berjumpa dalam tiga laga: pada final Piala Europa 1980/1981 dan dua kali pada di Liga Champions tahun 2008-2009
- Liverpool memenangkan tiga pertemuan atas Los Blancos itu, dengan sukses juga membuat clean sheet.
- The Reds menjadi satu-satunya tim yang tak pernah kebobolan oleh Real Madrid di Liga Champions
- Selain Liverpool, Real Madrid juga belum sanggup membobol gawang Arsenal di Liga Champions.
- Dalam laga kandang terakhir menjamu Real Madrid, Liverpool menuai kemenangan besar 4-0. Pertandingan itu sekaligus menjadi pertemuan terakhir kedua tim, terjadi pada 10 Maret 2009
- El Real mencatatkan hasil kalah menang dalam 30 perjumpaan dengan tim Inggris. Rinciannya, Los Merengues membuat 11 kali kemenangan, sembilan imbang, dan 10 kali kalah.
- Liverpool lebih sering menang ketika berjumpa dengan tim-tim Spanyol. Faktanya dalam 32 duel, The Reds memenangkan 14 laga dan 10 kali seri serta delapan kali kalah.
- Kekalahan terakhir yang dibuat Liverpool dalam laga kandang pada ajang level Europa terjadi pada Oktober 2012 (2-3 vs Udinese). Sejak itu mereka membuat tiga kemenangan dan tiga kali kalah di Anfield.
- Los Blancos selalu memang dalam enam laga terakhir mereka di Liga Champions, dengan membukukan 18 gol dan hanya kebobolan tiga gol.
- Real Madrid membuat gol dalam 40 dari 41 laga yang dilakoni sejauh ini di ajang Europa (total dengan 112 gol, yang artinya mereka membuat rataan 2,73 gol per pertandingan).
- Real Madrid hanya sekali kalah dalam tujuh laga away terakhir mereka di ajang Eropa, sisanya diselesaikan dengan lima kali menang dan satu kali seri.
- Jika Cristiano Ronaldo mencetak dua gol dalam laga versus Liverpool nanti, dia akan menjadi topskorer Liga Champions, sejajar dengan Raul.
- Ronaldo lebih getol membuat gol di laga away ketimbang laga kandang di Liga Chmapions sejauh ini. Detailnya, dia membuat 35 gol di laga tandang dan 32 di laga kandang, serta dua gol dalam partai netral.
- Ketika menjadi pemain manchester United, Ronaldo sulit bikin gol di Anfield. Tak satupun gol dibuat dia dalam lima kali tandang ke markas Liverpool itu. Tapi, Ronaldo punya catatan pernah dua kali membobol gawang Liverpool, tapi di laga kandang Manchester united di Old Trafford.
Kamis, 16 Oktober 2014
Luiz Suarez Terima Sepatu Emas
Penyerang Barcelona, Luis Suarez, menerima sepatu emas di Barcelona, Rabu (15/10/2014), atas keberhasilannya menjadi pencetak goal terbanyak di kompetisi Eropa pada tahun 2013-14.
Suarez mencetak 31 goal bersama Liverpool pada tahun lalu. Pada tahun panas lalu, Suarez memutuskan pindah dari Liverpool menuju ke Barcelona.
"Ini momen yang membahagiakan. Saya ingin berterima kasih kepada orang-orang penting dalam hidupku, yakni istri dan anakku. Saya juga berterima kasih kepada rekan-rekan, manager dan staf di Liverpool. Saya di sana selama beberapa tahun," kata Suarez.
"Akan tetapi, saya kini memulai era baru (di Barcelona). Ini merupakan impian yang menjadi kenyataan saat menendang bola untuk Barcelona," lanjut penyerang asal Uruguay itu.
Suarez lebih dahulu mendapatkan sepatu emas. Pemain lain, Cristiano Ronaldo, yang juga mencetak 31 goal bersama Real Madrid pada tahun lalu, juga akan mendapatkan penghargaan yang sama seperti Suarez. Namun, Ronaldo dikabarkan ingin menerima penghargaan tersebut pada November 2014.
Suarez mencetak 31 goal bersama Liverpool pada tahun lalu. Pada tahun panas lalu, Suarez memutuskan pindah dari Liverpool menuju ke Barcelona.
"Ini momen yang membahagiakan. Saya ingin berterima kasih kepada orang-orang penting dalam hidupku, yakni istri dan anakku. Saya juga berterima kasih kepada rekan-rekan, manager dan staf di Liverpool. Saya di sana selama beberapa tahun," kata Suarez.
"Akan tetapi, saya kini memulai era baru (di Barcelona). Ini merupakan impian yang menjadi kenyataan saat menendang bola untuk Barcelona," lanjut penyerang asal Uruguay itu.
Suarez lebih dahulu mendapatkan sepatu emas. Pemain lain, Cristiano Ronaldo, yang juga mencetak 31 goal bersama Real Madrid pada tahun lalu, juga akan mendapatkan penghargaan yang sama seperti Suarez. Namun, Ronaldo dikabarkan ingin menerima penghargaan tersebut pada November 2014.
Rabu, 15 Oktober 2014
Ronaldo dan Messi Manusia Biasa
Sosok Cristiano Ronaldo dengan Lionel Messi masih terus dibanding-bandingkan. Kali ini, penjaga gawang baru Barcelona Marc-Andre Ter Stegen yang angkat bicara dengan menyebut dua pesepakbola fenomenal itu sebagai orang biasa.
Perdebatan kualitas Ronaldo dan Messi bukanlah cerita baru. Keduanya terus dibanding-bandingkan, baik sebagai pemain klub atau bersama tim nasional. Di liga domestik atau Liga Champions. Sebagai pria kaya raya atau pesepakbola. Ter Stegen yang baru merasakan kedekatan langsung dengan dua pemain itu setelah bergabung di Barcelona pertengahan Mei tahun ini mempunyai pendapatnya sendiri. Penjaga gawang internasional Jerman itu berpendapat kedua pesepakbola itu merupakan pribadi yang oke.
Kebiasaan yang dimiliki Ronaldo dan Messi juga sama saja dengan orang kebanyakan. "Mereka itu ya makan, minum, dan pergi ke kamar mandi seperti orang lain. Mereka sangat baik dan sangat dekat dengan kami," kata Ter Stegen seperti dikutip Football Espana. "Aku tak memberikan pendapat terkait kemampuan di lapangan, mereka pesepakbola yang matang. Buat aku yang penting adalah kepribadian. Seseorang yang tak oke tetaplah tidak oke meskipun mempunyai banyak trofi.
"Untungnya ruang ganti diisi pemain-pemain berkelakuan baik," tutur penjaga gawang 22 tahun itu.
Perdebatan kualitas Ronaldo dan Messi bukanlah cerita baru. Keduanya terus dibanding-bandingkan, baik sebagai pemain klub atau bersama tim nasional. Di liga domestik atau Liga Champions. Sebagai pria kaya raya atau pesepakbola. Ter Stegen yang baru merasakan kedekatan langsung dengan dua pemain itu setelah bergabung di Barcelona pertengahan Mei tahun ini mempunyai pendapatnya sendiri. Penjaga gawang internasional Jerman itu berpendapat kedua pesepakbola itu merupakan pribadi yang oke.
Kebiasaan yang dimiliki Ronaldo dan Messi juga sama saja dengan orang kebanyakan. "Mereka itu ya makan, minum, dan pergi ke kamar mandi seperti orang lain. Mereka sangat baik dan sangat dekat dengan kami," kata Ter Stegen seperti dikutip Football Espana. "Aku tak memberikan pendapat terkait kemampuan di lapangan, mereka pesepakbola yang matang. Buat aku yang penting adalah kepribadian. Seseorang yang tak oke tetaplah tidak oke meskipun mempunyai banyak trofi.
"Untungnya ruang ganti diisi pemain-pemain berkelakuan baik," tutur penjaga gawang 22 tahun itu.
Senin, 13 Oktober 2014
Seperti Zidane, Takkan Ada Ronaldo yang Lain
Pemain hebat selalu hanya ada satu, tidak akan ada duplikatnya. Entah itu Zinedine Zidane di masa lalu ataupun Cristiano Ronaldo di masa sekarang.
Sebagai pemain, Zidane sudah pernah meraih berbagai trofi yang boleh jadi diinginkan oleh semua pesepakbola. Mulai dari Piala Dunia, Piala Eropa, Liga Champions hingga Pemain Terbaik Dunia.
Sementara Ronaldo sudah pernah memenangi Liga Champions dan dinobatkan jadi Pemain Terbaik Dunia. Berbeda dengan Zidane yang sukses bersama tim nasional Prancis, Ronaldo belum pernah meraih prestasi apa-apa bersama tim nasional Portugal.
Toh, itu tidak membuat Jose Mourinho menilai Ronaldo bukanlah pesepakbola legendaris. Jumlah golnya dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa Ronaldo tetaplah istimewa.
"Saya tidak akan mengatakan apa yang sudah diketahui banyak orang. Cristiano adalah pesepakbola hebat dan mesin gol yang luar biasa, kita semua tahu itu," ujarnya dalam wawancara dengan TF1.
"Dia sama seperti Zidane; tidak akan ada Cristiano Ronaldo yang lain."
Ronaldo sendiri merasa, kondisi tubuhnya sedang bugar-bugarnya. Bahkan dia mengklaim tidak pernah merasa sebaik ini sebelumnya.
"Saya menjalani tahun dengan luar biasa, saya tidak pernah sebaik ini sebelumnya, tapi saya harus mengistirahatkan rangkaian kemenangan yang saya raih," ucap Ronaldo di Marca.
Ronaldo tengah sangat produktif di awal tahun ini. Dari delapan laga di La Liga dan Liga Champions dia sudah mengoleksi 15 gol.
Sebagai pemain, Zidane sudah pernah meraih berbagai trofi yang boleh jadi diinginkan oleh semua pesepakbola. Mulai dari Piala Dunia, Piala Eropa, Liga Champions hingga Pemain Terbaik Dunia.
Sementara Ronaldo sudah pernah memenangi Liga Champions dan dinobatkan jadi Pemain Terbaik Dunia. Berbeda dengan Zidane yang sukses bersama tim nasional Prancis, Ronaldo belum pernah meraih prestasi apa-apa bersama tim nasional Portugal.
Toh, itu tidak membuat Jose Mourinho menilai Ronaldo bukanlah pesepakbola legendaris. Jumlah golnya dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa Ronaldo tetaplah istimewa.
"Saya tidak akan mengatakan apa yang sudah diketahui banyak orang. Cristiano adalah pesepakbola hebat dan mesin gol yang luar biasa, kita semua tahu itu," ujarnya dalam wawancara dengan TF1.
"Dia sama seperti Zidane; tidak akan ada Cristiano Ronaldo yang lain."
Ronaldo sendiri merasa, kondisi tubuhnya sedang bugar-bugarnya. Bahkan dia mengklaim tidak pernah merasa sebaik ini sebelumnya.
"Saya menjalani tahun dengan luar biasa, saya tidak pernah sebaik ini sebelumnya, tapi saya harus mengistirahatkan rangkaian kemenangan yang saya raih," ucap Ronaldo di Marca.
Ronaldo tengah sangat produktif di awal tahun ini. Dari delapan laga di La Liga dan Liga Champions dia sudah mengoleksi 15 gol.
Kamis, 02 Oktober 2014
Welbeck Cetak Hat Trick, Panen Pujian
Manajer Arsenal, Arsene Wenger, memuji penampilan Danny Welbeck yang mencetak hat-trick saat timnya mengalahkan Galatasaray 4-1 pada matchday kedua Grup D Liga Champions di Stadion Emirates, Rabu (1/10/2014).
Kemenangan Arsenal ditentukan oleh gol Welbeck (22', 30, 52') dan Alexis Sanchez (41'). Sedangkan, Galatasaray memangkas skor melalui torehan Burak Yilmaz pada menit ke-63 melalui titik putih.
"Menyenangkan bisa melihat dia (Welbeck) mengembangkan potensinya dan semoga hat-trick ini bisa membantunya meningkatkan kepercayaan diri. Situasi seperti ini selalu membantu Anda bermain baik di laga berikutnya," ujar Wenger.
"Hal bagus bagiku adalah tingkat permainannya meningkat. Dia bermain sangat bagus dan permainannya selalu positif. Dia tidak hanya seorang finisher, tetapi dia juga adalah pemain yang berkontribusi untuk tim," tuturnya.
Welbeck menjadi pemain Arsenal pertama yang mencetak hat-trick setelah Nicklas Bendtner pada 2010. Wenger pun berharap mantan bomber Manchester United tersebut bisa melanjutkan performanya.
"Dia adalah seorang finisher yang baik. Saya terkejut bahwa dia memiliki teknik yang sangat bagus dan dia juga seorang pengumpan yang baik. Saya tidak tahu bahwa dia sangat cepat. Saya tahu dia cepat, tetapi dia juga memiliki kecepatan luar biasa," kata Wenger.
Kemenangan Arsenal ditentukan oleh gol Welbeck (22', 30, 52') dan Alexis Sanchez (41'). Sedangkan, Galatasaray memangkas skor melalui torehan Burak Yilmaz pada menit ke-63 melalui titik putih.
"Menyenangkan bisa melihat dia (Welbeck) mengembangkan potensinya dan semoga hat-trick ini bisa membantunya meningkatkan kepercayaan diri. Situasi seperti ini selalu membantu Anda bermain baik di laga berikutnya," ujar Wenger.
"Hal bagus bagiku adalah tingkat permainannya meningkat. Dia bermain sangat bagus dan permainannya selalu positif. Dia tidak hanya seorang finisher, tetapi dia juga adalah pemain yang berkontribusi untuk tim," tuturnya.
Welbeck menjadi pemain Arsenal pertama yang mencetak hat-trick setelah Nicklas Bendtner pada 2010. Wenger pun berharap mantan bomber Manchester United tersebut bisa melanjutkan performanya.
"Dia adalah seorang finisher yang baik. Saya terkejut bahwa dia memiliki teknik yang sangat bagus dan dia juga seorang pengumpan yang baik. Saya tidak tahu bahwa dia sangat cepat. Saya tahu dia cepat, tetapi dia juga memiliki kecepatan luar biasa," kata Wenger.
Rabu, 01 Oktober 2014
Xavi Hernandez Pecahkan Rekor Paling Banyak Tampil Di Liga Champions
Xavi Hernandez mencatat rekor sebagai pemain yang paling banyak tampil dalam sejarah Liga Champions. Pemain berusia 34 musim ini melakukan hal tersebut setelah masuk sebagai pemain pengganti ketika Barcelona kalah 2-3 dari Paris Saint-Germain pada matchday kedua Grup F, Selasa (30/9/2014) atau Rabu (1/10) dini hari WIB.
Sang playmaker selalu menjadi pemain utama The Catalans selama lebih dari 15 musim ketika mereka mengoleksi tiga gelar Liga Champions dan mencapai paling tidak semifinal dalam sembilan kesempatan. Ini yang membuat dia tak terkalahkan dalam mencatat jumlah penampilan di kompetisi paling bergengsi antarklub Eropa tersebut.
Ketika Barcelona mengalahkan APOEL pada matchday pertama Liga Champions musim 2014/15 ini, Xavi menyamai prestasi legenda sepak bola Real Madrid, Raul Gonzalez. Tetapi saat masuk menggantikan Ivan Rakitic pada menit ke-69 dalam turnamen di markas PSG, Xavi menempatkan dirinya sebagai penampil terbanyak sepanjang masa di event ini.
Total, Xavi sudah menendang bola sebanyak 143 kali, yang dimulai ketika melakukan debutnya melawan Manchester United pada 1998/99. Dia unggul satu pertandingan dari Raul, yang menorehkan rekor itu saat menendang bola untuk Madrid, yang merupakan lawan abadi Barca, serta club Bundesliga, Schalke.
Meskipun demikian, status Xavi sebagai penampil terbanyak di Liga Champions ini kemungkinan tak bertahan lama karena masih bisa digeser oleh penjaga gawang Madrid, Iker Casillas. Dengan asumsi Casillas selalu jadi pilihan utama dan Xavi tak mendapat jaminan selalu bermain, maka hingga akhir musim 2014/15 ini, kapten Madrid itu bisa menobatkan dirinya sebagai pemain yang paling banyak tampil di Liga Champions karena saat ini dia sudah 141 kali bermain.
Namun, total 143 penampilan Xavi ini belum termasuk turnamen sebelum fase grup. Jika semua turnamen sebelumnya juga dihitung, maka total Xavi menendang bola sebanyak 149 kali, hanya kalah dari legenda Manchester United yang baru saja pensiun, Ryan Giggs, yang tampil sebanyak 151 kali.
Sang playmaker selalu menjadi pemain utama The Catalans selama lebih dari 15 musim ketika mereka mengoleksi tiga gelar Liga Champions dan mencapai paling tidak semifinal dalam sembilan kesempatan. Ini yang membuat dia tak terkalahkan dalam mencatat jumlah penampilan di kompetisi paling bergengsi antarklub Eropa tersebut.
Ketika Barcelona mengalahkan APOEL pada matchday pertama Liga Champions musim 2014/15 ini, Xavi menyamai prestasi legenda sepak bola Real Madrid, Raul Gonzalez. Tetapi saat masuk menggantikan Ivan Rakitic pada menit ke-69 dalam turnamen di markas PSG, Xavi menempatkan dirinya sebagai penampil terbanyak sepanjang masa di event ini.
Total, Xavi sudah menendang bola sebanyak 143 kali, yang dimulai ketika melakukan debutnya melawan Manchester United pada 1998/99. Dia unggul satu pertandingan dari Raul, yang menorehkan rekor itu saat menendang bola untuk Madrid, yang merupakan lawan abadi Barca, serta club Bundesliga, Schalke.
Meskipun demikian, status Xavi sebagai penampil terbanyak di Liga Champions ini kemungkinan tak bertahan lama karena masih bisa digeser oleh penjaga gawang Madrid, Iker Casillas. Dengan asumsi Casillas selalu jadi pilihan utama dan Xavi tak mendapat jaminan selalu bermain, maka hingga akhir musim 2014/15 ini, kapten Madrid itu bisa menobatkan dirinya sebagai pemain yang paling banyak tampil di Liga Champions karena saat ini dia sudah 141 kali bermain.
Namun, total 143 penampilan Xavi ini belum termasuk turnamen sebelum fase grup. Jika semua turnamen sebelumnya juga dihitung, maka total Xavi menendang bola sebanyak 149 kali, hanya kalah dari legenda Manchester United yang baru saja pensiun, Ryan Giggs, yang tampil sebanyak 151 kali.
Barcelona Memang Pantas Kalah Dari PSG
Bek Barcelona, Javier Mascherano, menilai mereka layak menerima kekalahan dari Paris Saint-Germain pada matchday kedua Grup F Liga Champions, Selasa (30/9/2014) atau Rabu (1/10) dini hari WIB. Pasalnya, The Catalans tampil buruk dalam laga di markas pemenang Liga Perancis tersebut.
PGS bermain dengan sangat rapi untuk meraih kemenangan 3-2 lewat goal David Luiz, Marco Verratti dan Blaise Matuidi. Sementara itu Barca membalas dua goal yang dihasilkan oleh Lionel Messi dan Neymar.
"Kami tak bermain bagus di babak pertama dan kesulitan menyatu dalam permainan," ujar Mascherano, seperti dilaporkan Sport.
"Mereka menghukum kami atas semua kesalahan kami. Kami berusaha di babak kedua tetapi sulit dengan terciptanya goal ketiga. Kami kebobolan dua goal dari set pieces."
"Kami tak layak meraih kemenangan di sini. Kami selalu khawatir dengan kekalahan dan tentu saja kami bisa berbenah. Kami harus memperbaiki kesalahan dan memikirkan tentang pertandingan berikutnya."
Akibat kekalahan ini, Barca untuk sementara menghuni peringkat kedua klasemen sementara dengan raihan tiga poin, hasil dari kemenangan 1-0 atas APOEL di matchday pertama. Sementara itu Paris saint-german naik ke puncak dengan total poin empat, setelah di laga perdana bermain imbang melawan Ajax Amsterdam.
PGS bermain dengan sangat rapi untuk meraih kemenangan 3-2 lewat goal David Luiz, Marco Verratti dan Blaise Matuidi. Sementara itu Barca membalas dua goal yang dihasilkan oleh Lionel Messi dan Neymar.
"Kami tak bermain bagus di babak pertama dan kesulitan menyatu dalam permainan," ujar Mascherano, seperti dilaporkan Sport.
"Mereka menghukum kami atas semua kesalahan kami. Kami berusaha di babak kedua tetapi sulit dengan terciptanya goal ketiga. Kami kebobolan dua goal dari set pieces."
"Kami tak layak meraih kemenangan di sini. Kami selalu khawatir dengan kekalahan dan tentu saja kami bisa berbenah. Kami harus memperbaiki kesalahan dan memikirkan tentang pertandingan berikutnya."
Akibat kekalahan ini, Barca untuk sementara menghuni peringkat kedua klasemen sementara dengan raihan tiga poin, hasil dari kemenangan 1-0 atas APOEL di matchday pertama. Sementara itu Paris saint-german naik ke puncak dengan total poin empat, setelah di laga perdana bermain imbang melawan Ajax Amsterdam.
Membobol Gawang Barcelona, Istimewa Bagi David Luiz
Bek Paris Saint-Germain (PSG), David Luiz, mengaku bahagia bisa menyumbang gol saat timnya mengalahkan Barca 3-2 pada matchday kedua Grup F Liga Champions di Lapangan Parc des Princes, Selasa atau Rabu (1/10/2014) dini hari WIB. Kemenangan PSG ditentukan oleh gol Luiz pada menit ke-10, Marco Verratti (26'), dan Blaise Matuidi (54').
Sementara itu, gol skuad Blaugrana ditorehkan oleh Lionel Messi (12') dan Neymar (56') Sepanjang pertandingan, menurut catatan UEFA, Barca menguasai bola sebanyak 60 persen dan menciptakan dua tembakan akurat dari 14 usaha. Adapun PSG melepaskan lima peluang emas dari 12 percobaan.
"Ini adalah laga yang hebat dan amosfer luar biasa. Kami tidak memulai musim ini dengan baik, tetapi malam ini setiap pesepakbola tampil hebat," ungkap Luiz seusai duel seperti dilansir UEFA. "Mencetak gol adalah sesuatu yang luar biasa bagiku. Aku mengakui bahwa saya belum memenuhi ekspetasi sejauh ini, tetapi mimpi seperti menjadi kenyataan malam ini," tambah pesepakbola asal Brasil tersebut.
Pendapat sama juga dikemukakan Matuidi. Menurut gelandang asal Perancis itu, PSG memang layak meraih poin penuh karena rekan-rekannya tampil sangat baik ketika mengawal pergerakan para pesepakbola Barcelona. "Kami menghasilkan duel yang bagus melawan tim hebat yang belum kebobolan musim ini. Kami puas. Kami telah menunjukkan bahwa kami bisa tampil bagus di laga besar seperti ini," kata Matuidi.
Sementara itu, gol skuad Blaugrana ditorehkan oleh Lionel Messi (12') dan Neymar (56') Sepanjang pertandingan, menurut catatan UEFA, Barca menguasai bola sebanyak 60 persen dan menciptakan dua tembakan akurat dari 14 usaha. Adapun PSG melepaskan lima peluang emas dari 12 percobaan.
"Ini adalah laga yang hebat dan amosfer luar biasa. Kami tidak memulai musim ini dengan baik, tetapi malam ini setiap pesepakbola tampil hebat," ungkap Luiz seusai duel seperti dilansir UEFA. "Mencetak gol adalah sesuatu yang luar biasa bagiku. Aku mengakui bahwa saya belum memenuhi ekspetasi sejauh ini, tetapi mimpi seperti menjadi kenyataan malam ini," tambah pesepakbola asal Brasil tersebut.
Pendapat sama juga dikemukakan Matuidi. Menurut gelandang asal Perancis itu, PSG memang layak meraih poin penuh karena rekan-rekannya tampil sangat baik ketika mengawal pergerakan para pesepakbola Barcelona. "Kami menghasilkan duel yang bagus melawan tim hebat yang belum kebobolan musim ini. Kami puas. Kami telah menunjukkan bahwa kami bisa tampil bagus di laga besar seperti ini," kata Matuidi.
Karena Francesco Totti, AS Roma Menang Lawan City
AS Roma sukses mencuri poin di markas Manchester City pada matchday kedua Grup E Liga Champions di Etihad Stadium, Selasa (30/9/2014) waktu setempat atau Rabu (1/10) dini hari WIB. City lebih dulu unggul di awal pertandingan lewat pinalti Sergio Aguero, sebelum Francesco Totti membalasnya di pertengahan leg pertama.
Dengan hasil ini, Roma untuk sementara menempati peringkat kedua klasemen dengan raihan empat poin setelah pada matchday pertama menang 5-1 atas CSKA Moscow. Sedangkan bagi City, hasil ini tentu sangat mengecewakan karena mereka baru mengumpulkan satu poin dan menempati peringkat ketiga. Pimpinan klasemen dipegang Bayern Muenchen, yang menang 1-0 atas CSKA.
City, yang pada matchday pertama kalah 0-1 dari Bayern, mengawali pertandingan dengan sangat menjanjikan karena pada menit keempat mereka sudah unggul 1-0. David Silva melepaskan umpan silang kepada Sergio Aguero yang berada di dalam kotak penalti. Maicon melakukan pelanggaran terhadap penyerang tim nasional Argentina tersebut, sehingga wasit pun memberikan sanksi pinalti setelah memberikan kartu kuning kepada Maicon.
Aguero, yang menjadi eksekutor tendangan 11 meter itu tak menyia-nyiakan kesempatan. Mantan striker Atletico Madrid tersebut dengan tenang melesakkan bola ke pojok kiri bawah, sementara itu keeper Lukasz Skourupski bergerak ke arah sebaliknya.
Gol cepat tersebut memantik semangat Roma untuk membalasnya. Tim besutan Rudi Garcia ini beberapa kali memberikan ancaman ke gawang City, hingga akhirnya berbuah goal pada menit ke-23 lewat aksi brilian penyerang gaek Francesco Totti.
Penyerang berusia 38 musim ini lolos dari jebakan offside para pesepakbola belakang City ketika menerima umpan Radja Nainggolan. Setelah itu, dia dengan mudah memperdaya Joe Hart, untuk mengubah skor menjadi imbang 1-1. Menjelang turun minum, Roma nyaris unggul. Beruntung, Joe Hart melakukan penyelamatan gemilang untuk menghalau tendangan Gervinho pada menit ke-42, sehingga gawang City tak kebobolan. Skor leg pertama imbang.
Pellegrini melakukan perubahan di pertengahan leg kedua. Frank Lampard, yang dalam dua pertandingan terakhir mencetak gol, dimainkan pada menit ke-57. Pesepakbola pinjaman dari New York City FC ini menggantikan Edin Dzeko, sehingga The Citizens mengubah formasinya menjadi 4-4-1-1, dengan Aguero sebagai ujung tombak.
Alhasil, permainan City menjadi lebih agresif. Lampard memberikan ancaman serius pada menit ke-66, ketika melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti. Tetapi Skorupski sangat sigap mengantisipasinya, sehingga mampu mengeblok tembakan mantan gelandang sekaligus top scorer sepanjang masa The blues tersebut.
Meskipun permainan pasukan Manchester Biru lebih bagus dibandingkan pada leg pertama, tetapi mereka tak mampu mencetak gol. Alhasil, City harus puas menerima hasil imbang 1-1, yang membuat mereka baru mengumpulkan satu poin dari dua turnamen yang sudah dimainkan.
Dengan hasil ini, Roma untuk sementara menempati peringkat kedua klasemen dengan raihan empat poin setelah pada matchday pertama menang 5-1 atas CSKA Moscow. Sedangkan bagi City, hasil ini tentu sangat mengecewakan karena mereka baru mengumpulkan satu poin dan menempati peringkat ketiga. Pimpinan klasemen dipegang Bayern Muenchen, yang menang 1-0 atas CSKA.
City, yang pada matchday pertama kalah 0-1 dari Bayern, mengawali pertandingan dengan sangat menjanjikan karena pada menit keempat mereka sudah unggul 1-0. David Silva melepaskan umpan silang kepada Sergio Aguero yang berada di dalam kotak penalti. Maicon melakukan pelanggaran terhadap penyerang tim nasional Argentina tersebut, sehingga wasit pun memberikan sanksi pinalti setelah memberikan kartu kuning kepada Maicon.
Aguero, yang menjadi eksekutor tendangan 11 meter itu tak menyia-nyiakan kesempatan. Mantan striker Atletico Madrid tersebut dengan tenang melesakkan bola ke pojok kiri bawah, sementara itu keeper Lukasz Skourupski bergerak ke arah sebaliknya.
Gol cepat tersebut memantik semangat Roma untuk membalasnya. Tim besutan Rudi Garcia ini beberapa kali memberikan ancaman ke gawang City, hingga akhirnya berbuah goal pada menit ke-23 lewat aksi brilian penyerang gaek Francesco Totti.
Penyerang berusia 38 musim ini lolos dari jebakan offside para pesepakbola belakang City ketika menerima umpan Radja Nainggolan. Setelah itu, dia dengan mudah memperdaya Joe Hart, untuk mengubah skor menjadi imbang 1-1. Menjelang turun minum, Roma nyaris unggul. Beruntung, Joe Hart melakukan penyelamatan gemilang untuk menghalau tendangan Gervinho pada menit ke-42, sehingga gawang City tak kebobolan. Skor leg pertama imbang.
Pellegrini melakukan perubahan di pertengahan leg kedua. Frank Lampard, yang dalam dua pertandingan terakhir mencetak gol, dimainkan pada menit ke-57. Pesepakbola pinjaman dari New York City FC ini menggantikan Edin Dzeko, sehingga The Citizens mengubah formasinya menjadi 4-4-1-1, dengan Aguero sebagai ujung tombak.
Alhasil, permainan City menjadi lebih agresif. Lampard memberikan ancaman serius pada menit ke-66, ketika melepaskan tendangan keras dari dalam kotak penalti. Tetapi Skorupski sangat sigap mengantisipasinya, sehingga mampu mengeblok tembakan mantan gelandang sekaligus top scorer sepanjang masa The blues tersebut.
Meskipun permainan pasukan Manchester Biru lebih bagus dibandingkan pada leg pertama, tetapi mereka tak mampu mencetak gol. Alhasil, City harus puas menerima hasil imbang 1-1, yang membuat mereka baru mengumpulkan satu poin dari dua turnamen yang sudah dimainkan.
Selasa, 30 September 2014
Maxwell Kenal Betul Cara Bermain Messi dan Neymar
Mantan full-back Barcelona, Maxwell, merasa yakin dia dan rekan-rekannya sudah mengenal betul Lionel Messi dan Neymar. Menurutnya, ini bisa membantu Paris Saint-Germain ketika melawan Barca pada matchday kedua Grup F Liga Champions.
PSG tanpa Zlatan Ibrahimovic ketika menjamu Barca, Selasa (30/9/2014) waktu setempat atau Rabu (1/10) dini hari WIB, karena masih bergelut dengan cedera. Dengan demikian, Maxwell akan menjadi andalan tim Paris itu untuk "mengupas" kekuatan The Catalans, karena dia (dan Ibrahimovic) pernah menendang bola untuk klub raksasa Liga Spanyol itu.
"Barcelona memulihkan kekuatan mereka, penampilan Neymar dan Messi bisa mengejutkan kamu dengan apapun," ujar pesepakbola asal Brasil itu. "Selalu sulit menendang bola melawan para pesepak bola di level ini, yang bisa berkombinasi dengan bagus. Aku mengenal keduanya dan ini bisa membantu kami menghentikan mereka, meskipun mereka pesepakbola yang sangat spesial."
"Hal utama adalah tidak memberikan ruang, karena jika keduanya tidak bisa mengeksploitasinya, ada pesepakbola lain yang melakukannya."
Maxwell mengatakan bahwa Paris saint-german takkan terintimidasi. Menurutnya, Paris saint-german akan menendang bola dengan gaya mereka, tanpa terpengaruh oleh apa yang dilakukan lawan.
PSG tanpa Zlatan Ibrahimovic ketika menjamu Barca, Selasa (30/9/2014) waktu setempat atau Rabu (1/10) dini hari WIB, karena masih bergelut dengan cedera. Dengan demikian, Maxwell akan menjadi andalan tim Paris itu untuk "mengupas" kekuatan The Catalans, karena dia (dan Ibrahimovic) pernah menendang bola untuk klub raksasa Liga Spanyol itu.
"Barcelona memulihkan kekuatan mereka, penampilan Neymar dan Messi bisa mengejutkan kamu dengan apapun," ujar pesepakbola asal Brasil itu. "Selalu sulit menendang bola melawan para pesepak bola di level ini, yang bisa berkombinasi dengan bagus. Aku mengenal keduanya dan ini bisa membantu kami menghentikan mereka, meskipun mereka pesepakbola yang sangat spesial."
"Hal utama adalah tidak memberikan ruang, karena jika keduanya tidak bisa mengeksploitasinya, ada pesepakbola lain yang melakukannya."
Maxwell mengatakan bahwa Paris saint-german takkan terintimidasi. Menurutnya, Paris saint-german akan menendang bola dengan gaya mereka, tanpa terpengaruh oleh apa yang dilakukan lawan.
Langganan:
Postingan (Atom)