Tampilkan postingan dengan label rumah makan padang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label rumah makan padang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 April 2015

Fakta Mengenai Rumah Makan Padang Resto

Rumah Makan Padang menjamur hampir di seantero nusantara. Bahkan ada juga beberapa di luar negeri, semisal rumah makan ‘salero minang’ di Rotterdam, Belanda.
Rumah makan Padang sendiri adalah sebutan rumah makan yang masakannya berasal dari Sumatera Barat. Baik itu resep masakannya berasal dari Bukittinggi, Pariaman, Payakumbuh, ataupun Solok.
Tapi kesampingkan dulu persoalan nikmatnyo menu-menu yang ada di etalase rumah makan padang. Sebab ada beberapa hal yang menarik selain menunya yang membuat anda menelan ludah.
Berikut 6 fakta menarik dari Rumah makan Padang yang dihimpun oleh merdeka.com:
1. Foto Kakek berkopiah hitam
Foto kakek berkopiah hitam atau bagi orang Minang dikenal dengan foto Ungku Saliah sering dijumpai di beberapa tempat rumah makan atau restoran padang. Dia terpajang rapi di dinding rumah makan atau restoran tersebut.
Jika menjumpai foto Ungku Saliah di beberapa tempat rumah makan padang, maka dapat dipastikan bahwa pemilik rumah makan padang itu berasal dari Pariaman, Sumatera Barat.
Orang Minang, khususnya orang Pariaman beranggapan bahwa Ungku Saliah adalah orang keramat. Memajang fotonya bagi sebagian orang akan mendatangkan rezeki.
Sementara sebagian lagi hanya sebagai identitas asal mereka. Ada juga yang ikut-ikutan tanpa tahu awalnya.
2. Porsi nasi dibungkus jauh lebih banyak
Ada beberapa cerita yang dihimpun merdeka.com soal sejarah dari porsi nasi yang dibungkus jauh lebih banyak dibandingkan makan di tempat. Ada yang menyebut dulunya orang yang makan di tempat atau di restoran adalah kaum elite, seperti kolonial belanda atau saudagar kaya.
Sedangkan yang biasa dibungkus adalah kaum pribumi atau pekerja pabrik, dengan maksud agar bisa makan untuk berdua orang. Istilahnya subsidi silang.
Namun, menurut Doni, pemilik Rumah Makan Padang di Pesakih, Kalideres, bahwa makan di tempat bisa ‘minta tambah’, sedangkan dibungkus tidak bisa. Jadi porsi ditambah untuk kepraktisan saja.
“Jadi, ditakarkan pas kenyangnya,” jelas Doni saat dihubungi merdeka.com, Rabu (7/5).
3. Rendang menjadi makanan paling enak di dunia
Bagi mahasiswa atau pelajar perantau Minang, rendang adalah makanan awet yang bisa bertahan selama seminggu bahkan lebih. Tak heran, kalau rendang menjadi lauk wajib yang dibawa mahasiswa dan pelajar perantau Minang dari kampung mereka.
Tak hanya itu, situs travel kantor berita dunia CNN bahwa rendang menjadi menu terlezat di dunia.
Menu khas di rumah makan padang ini dipilih CNN dari hasil survei melalui akun CNN di laman jejaring sosial dengan menjaring lebih dari 35.000 suara para traveller dari seluruh dunia.
4. Daun singkong dan gulai nangka
Di Pulau Jawa, daun singkong dan gulai nangka tak dapat dipisahkan jika membeli nasi padang dibungkus atau makan di tempat. Dua menu tersebut menjadi pelengkap wajib dalam sajian nasi padang.
Namun, di tempat asalnya, Sumatera Barat, daun singkong malah jarang dipasangkan dengan gulai nangka.
Di salah satu rumah makan kota Padang misalnya, Anda bisa saja mendapatkan daun singkong sebagai sayur pelengkap di porsi nasi anda, tapi tidak dengan gulai nangka. Begitu juga sebaliknya.
5. Beda Nasi Kapau dan Nasi Pauh
Ini hanya persoalan nama belaka, masalah menu tidak jauh berbeda, sebab mereka sama-sama berasal dari Sumatera Barat. Tapi masing-masing punya keistimewaan.
Sebutan nasi Kapau adalah nasi yang berasal dari daerah Kapau, Bukittinggi, Sumatera Barat. Sekilas tak ada yang berbeda dengan nasi padang umumnya, namun perbedaannya terletak pada bumbu yang lebih khas dari pada nasi padang umumnya.
Rumah Makan Padang – Nasi Kapau lebih banyak menyajikan menu yang berasal dari daging sapi atau daging kerbau, seperti ‘gulai tunjang’ misalnya. Ciri khas lain dari nasi kapau adalah gulai nangka menjadi menu wajib yang ada di rumah makan kapau.
Sedangkan nasi Pauh atau lebih dikenal dengan Rumah makan Pauh adalah rumah makan yang berasal dari Pauh, Pariaman. Menunya sama dengan masakan padang umumnya, namun yang membedakan adalah kenikmatan gulai kepala ikan. Ikan yang disajikan selalu ikan laut.
Tak heran, sebab Pariaman merupakan daerah pesisir yang memiliki banyak pasokan ikan laut.
6. Di Padang malah tidak ada rumah makan Padang
Percayalah, anda akan kesulitan menemukan rumah makan atau restoran yang bertuliskan Rumah Makan Padang atau restoran Padang’ saat mendaratkan kaki di Sumatera Barat. Sebab, di Sumatera Barat sendiri, Rumah makan atau restoran tidak memakai embel-embel ‘masakan padang’ atau ‘Rumah makan padang’.
Yang dapat anda jumpai di Sumatera Barat adalah ‘rumah makan pauh’ yang membuat bayangan anda langsung tertuju nikmatnya gulai kepala ikan laut yang disajikan. Dan, ‘rumah makan kapau’ yang membuat anda terkenang dengan gulai tunjang yang menambah selera makan bahkan kolestrol.

Selasa, 24 Maret 2015

Fenomena Rumah Makan Padang Resto

Rumah Makan Padang yang terkenal dengan rasanya yang pedas, banyak santan dan berminyak, dengan banyak variasi, seperti rendang, kalio, asam padeh, dendeng, pangek dan sebagainya sudah begitu akrab dengan lidah orang Indonesia Bahkan turis asing pun menyukainya. Sampai-sampai beberapa iklan produk, seperti makanan dan deterjen “menjual” masakan Padang sebagai tema iklan produknya.
Lalu darimana sebenarnya asal kata Rumah Makan Padang tersebut, padahal pemiliknya bukan hanya berasal dari Padang, tapi ada juga dari Pariaman, Solok, Payakumbuh, Batusangkar, Bukittinggi dan daerah lainnya. Bahkan pernah pada pertengahan tahun 90-an di daerah Cibubur ada Rumah Makan Padang “yang kebetulan bersebelahan dengan jamu Aneka Ginseng,” pemiliknya Orang Cina.
Dari masakan pun sudah bermacam-macam rasanya, jangankan kelengkapan bumbunya, ciri khas rasa pedas pun terkadang tidak kita temukan. Tidak jarang kita takicuh ketika makan dirumah makan yang menghidangkan Masakan Padang, merk, tampilan depan, hidangan, serta menunya memang layaknya Rumah Makan Padang pada umumnya, akan tetapi rasanya takah aia lalu se, bahkan rasa manis “layaknya masakan jawa” lebih mendominasi dibanding rasa pedas.
Tukang masak-pun belum tentu urang awak, orang Jawa sudah banyak yang mahir masak masakan Padang . Di Pulau Jawa Rumah Makan Padang sudah banyak yang di arsiteki oleh Orang Jawa, termasuk rumah makan Orang Tangaya.
Kalau dilihat sejarah tempoe doeloe, Orang Minang pergi merantau bertolak dari Padang (pelabuhan Teluk Bayur). Waktu itu belum ada hubungan udara dan darat(lintas Sumatera). Makanya setiap penumpang kapal yang berlabuh di pelabuhan “utamanya Pulau Jawa” disebut Orang Padang. Mungkin itulah salah satu faktor orang minang yang diperantauan dinamakan Orang Padang. Dan sampai sekarang memang tidak ada pelurusan terhadap panggilan tersebut. Sepertinya para pendahulu kita bisa menikmatinya, terbukti dengan pemberian merk dagang Rumah Makan Padang, yang sampai sekarang jadi produk makanan paling terkenal di seantero jagad. Dan kitapun sebagai generasi penerus sampai sekarang sudah menganggap itu sebagai hal yang biasa.
Padahal Padang hanyalah salah satu daerah administratif tingkat II di Sumatera Barat yang tidak mempunyai akar sejarah yang kuat di ranah minang. Mayoritas penduduk Kota Padang merupakan pendatang dari daerah lsekitar di Sumbar, terutama Solok, bahkan tidak sedikit yang datang dari Pulau Nias. Tidak heran di Padang sendiri kalau ada yang mengaku-ngaku asli orang Padang , malah dikatakan “urang nieh”.
Bila dalam konteks budaya, orang yang berasal dari Sumatera Barat (minus Mentawai) disebut orang Minangkabau. Jika dirantau selain Orang Padang, sering juga disebut Orang Awak atau Orang Minang “yang memang lazim dan jamak kita gunakan dan tepat sasaran. Rumah Makan Padang

Kamis, 12 Maret 2015

Rumah Makan Padang Resto Enak

Masakan Padang Resto adalah makanan yang berasal dari Minangkabau, Provinsi Sumatera Barat. Masakan ini umumnya bercita rasa pedas. Jika Anda menyukai makanan pedas maka restoran Padang adalah tempat yang tepat untuk Anda kunjungi. Masakan Padang khas ini sangat terkenal di seluruh Indonesia bahkan di dunia.
Di setiap kota di Indonesia, restoran Masakan Rumah Makan Padang umumnya selalu ada. Hal ini seakan menunjukan betapa populernya masakan ini di Indonesia. Anda bisa dengan mudah mengenali restoran Masakan Padang karena cirinya yang khas, yaitu variasi makanannya yang dipajang langsung dalam etalase kaca. Anda tinggal memilih menu yang menarik selera kemudian menikmati kelezatan makanan tersebut.
Masakan Padang Resto sering menggunakan daging ayam, daging sapi, telur, daun singkong, sayur kol, dipaduracikkan sambal sebagai menu utamanya. Masakan Padang mempunyai sambal khusus yang disebut sambal ijo.
Beberapa menu yang terkenal dari restoran Padang antara lain: rendang, soto padang, sate padang, dendeng, gulai gajebo, dan gulai kepala ikan kakap, disertai sambal balado. Hal yang paling menyenangkan saat menikmati Masakan Padang adalah menebak-nebak bumbu rahasia apa yang digunakan. Kuliner Padang terkenal dengan citarasanya yang berempah.
Cara penyajian Masakan Padang Resto sangat unik dimana pelayannya akan membawa 20 piring menu makanan ke meja Anda dalam sekali antar. Ini menjadi pertunjukan akrobatik yang menyenangkan dengan makanan tersaji dan bertumpuk dua tingkat. Anda memilih menu mana yang sesuai selera dan hanya perlu membayar makanan yang Anda makan saja.
Masakan Padang Resto dianggap sebagai simbol komunitas atau kekerabatan, karena biasanya restoran Padang dijadikan tempat berkumpul keluarga untuk makan bersama-sama. Masyarakat Minang memiliki budaya menyelesaikan masalah dengan berkumpul dan makan-makan, mulai anak, cucu sampai kakek nenek datang bersamaan. Di satu sisi hal ini merupakan pendidikan dan juga sebagai warisan tradisi mengenalkan Masakan Padang kepada generasi muda. Ini dapat dijadikan kebiasaan untuk menjamin keberadaan Masakan Padang.
Masih banyak Rumah Makan Padang yang sampai saat ini tetap mendatangkan bahan dan bumbunya langsung dari Ranah Minang. Untuk mempertahankan cita rasa makanannya yang khas, biasanya kokinya juga langsung didatangkan dari Sumatera Barat atau setidaknya mereka meminta bantuan sesama orang Sumatera Barat untuk menjaga kualitas masakan.

Selasa, 10 Maret 2015

Tempat Rumah Makan Padang Resto

Masakan Padang Resto adalah makanan yang berasal dari Minangkabau, Provinsi Sumatera Barat. Masakan ini umumnya bercita rasa pedas. Jika Anda menyukai makanan pedas maka restoran Padang adalah tempat yang tepat untuk Anda kunjungi. Masakan Padang khas ini sangat terkenal di seluruh Indonesia bahkan di dunia.
Di setiap kota di Indonesia, restoran Masakan Rumah Makan Padang umumnya selalu ada. Hal ini seakan menunjukan betapa populernya masakan ini di Indonesia. Anda bisa dengan mudah mengenali restoran Masakan Padang karena cirinya yang khas, yaitu variasi makanannya yang dipajang langsung dalam etalase kaca. Anda tinggal memilih menu yang menarik selera kemudian menikmati kelezatan makanan tersebut.
Masakan Padang Resto sering menggunakan daging ayam, daging sapi, telur, daun singkong, sayur kol, dipaduracikkan sambal sebagai menu utamanya. Masakan Padang mempunyai sambal khusus yang disebut sambal ijo.
Beberapa menu yang terkenal dari restoran Padang antara lain: rendang, soto padang, sate padang, dendeng, gulai gajebo, dan gulai kepala ikan kakap, disertai sambal balado. Hal yang paling menyenangkan saat menikmati Masakan Padang adalah menebak-nebak bumbu rahasia apa yang digunakan. Kuliner Padang terkenal dengan citarasanya yang berempah.
Cara penyajian Masakan Padang Resto sangat unik dimana pelayannya akan membawa 20 piring menu makanan ke meja Anda dalam sekali antar. Ini menjadi pertunjukan akrobatik yang menyenangkan dengan makanan tersaji dan bertumpuk dua tingkat. Anda memilih menu mana yang sesuai selera dan hanya perlu membayar makanan yang Anda makan saja.
Masakan Padang Resto dianggap sebagai simbol komunitas atau kekerabatan, karena biasanya restoran Padang dijadikan tempat berkumpul keluarga untuk makan bersama-sama. Masyarakat Minang memiliki budaya menyelesaikan masalah dengan berkumpul dan makan-makan, mulai anak, cucu sampai kakek nenek datang bersamaan. Di satu sisi hal ini merupakan pendidikan dan juga sebagai warisan tradisi mengenalkan Masakan Padang kepada generasi muda. Ini dapat dijadikan kebiasaan untuk menjamin keberadaan Masakan Padang.
Masih banyak Rumah Makan Padang yang sampai saat ini tetap mendatangkan bahan dan bumbunya langsung dari Ranah Minang. Untuk mempertahankan cita rasa makanannya yang khas, biasanya kokinya juga langsung didatangkan dari Sumatera Barat atau setidaknya mereka meminta bantuan sesama orang Sumatera Barat untuk menjaga kualitas masakan.